Thursday, April 30, 2015

Prinsip Berpegang Teguh - MAN JADDA WAJADA

Prinsip Berpegang Teguh

          prinsip berpegang teguh artinya prinsip tentang keyakinan kita dalam meyakini suatu hal ataupun pada saat mengambil keputusan dan mempertahankan apa yang kita percayai. Prinsip berpegang teguh erat kaitannya dengan pendirian/ketetapan hati kita. Contohnya apabila kita dihadapkan pada beberapa pilihan dalam mengambil keputusan sedangkan pilihan itu bertentangan dengan prinsip hidup kita, pada saat ini ketetapan hati kita diuji untuk memilih tetap mengambil keputusan sesuai pada prinsip kita atau tidak.
             Setiap orang pasti memiliki prinsipnya masing-masing, begitu pun dengan saya, saya memiliki pengalaman tentang prinsip berpegang teguh saya :
Cerita ini berawal ketika saya tertarik untuk mempelajari bahasa Asing selain bahasa Inggris. Saya mulai tertarik mempelajari bahasa asing dan kebuidayaannya sejak akhir 2011, berawal dari bahasa Hangul atau aksara korea, awalnya saya mempelajari bahasa ini sendiri sampai akhirnya saya belajar bahasa inggris ini lewat komunitas PintarKorea yang dibuat oleh salah satu senior dikampus. Awal mempelajari bahasa ini saya merasa kesulitan karena ada aturan penulisan kalimat dan aturan bahasa berbicaranya, aturan penulisan yang menurut saya seperti bahasa arab, salah harokat akan salah arti tp bahasa ini salah partikel maka akan salah arti selain itu aturan berbicara pun, salah nada pengucapan akan salah maknanya juga. Selama beberpaa bulan saya belajar sejujurnya saya masih belum mengerti aturan penulisannya sampai senior saya kesal karna saya tidak mengerti juga dan ketika saya berada dipuncak kejenuhan mempelajari bahasa ini karena tidak mengerti rasanya saya ingin menyerah mempelajari bahasa ini walaupun saya tertarik dengan kebudayaan ini, tapi akhirnya saya mengulang mempelajari nya sendiri pelan-pelan dan Alhamdulillah saya bias.
               Selain mempelajari bahasa korea/hangul, saya mempelajari bahasa lain yaitu bahasa Mandarin, sejujurnya saya sebenarnya belum tertarik dengan bahasa mandarin, selain saya belum tertarik bahasa ini dan kebudayaannya dan melihat aksara penulisannya yang sulit, saya mempelajari bahasa ini karena ikut-ikutan teman saja, awal saya mempelajari jujur saya sangat setengah hati mempelajarinya alias malas-malasan. Seperti yang saya fikirkan pada pertemuan pertama kelas mandarin dan mempelajari dasar-dasar bahasa nya dan aksaranya ternyata penulisannya sulit terutama untuk yang belum pernah mempelajari bahasa ini seperti saya apalagi huruf aksara ini memiliki jenis guratan  dan memiliki  filosofi nya. Dalam sebulan mempelajari saya tidak mengerti juga setiap kali guru saya memberikan tugas atau latihan lainnya nilai saya selalu jelek terutama bila ada tugas menulis aksara dari sebuah kata, sampai yang ketiga kalinya saya mendapatkan nila 0 untuk penulisan aksara mandarin, saya mulai jenuh kesal dan seddih karena saya merasa gagal dalam mempelajari bahasa itu, akan tetapi dari saya ubah panadangan saya tentang bahasa mandarin dari yang sulit dan tidak tertarik menjadi tertarik dan penasaran, karena saya ingat satu kalimat “ MAN JADDA WA JADA” dan mulai sejak itu saya perlahan memahami kembali bahasa ini, Alhamdulillah saya lebih mudah mengerti dan sekarang saya bisa kedua bahasa itu.

No comments:

Post a Comment