Wednesday, November 7, 2012

IPTV

                                                                         IPTV


    Dari kata yang dibentuk dari kata IPTV terdapat 2 kata yang mengandung arti berbeda. Pertama mengenai IP, dari Wikipedia berarti “Protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI Reference Model) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer dalam DARPA Reference Model) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP”. Dengan kata yang lebih bisa dimegerti IP adalah aturan-aturan yang mengatur alamat-alamat dalam suatu jaringan komputer atau antar user komputer yang berbasis pada aturan OSI layer dan biasanya IP ini lebih dikenal dengan protocol TCP/IP.
Kemudian TV adalah “alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang memiliki arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh” diambil dari Wikipedia. Kemudian jika kita mengartikan secara bebas. TV berarti alat yang membantu manusia untuk menampilkan gambar atau bergamabar melalui berbagai media dan asal gambar tersebut dari tempat yang berbeda dengan kita.
Jadi dapat disimpulkan IPTV adalah siaran televisi, video, teks atau data berbasis internet atau berbasi pada IP, dengan kecepatan minimal 2 megabyte perdetik atau bandwidth yang dapat diakses oleh para pelanggan. Teknologi IPTV ini  memanfaatkan jaringan internet yang berkolaborasi dengan  kabel telpon dan tv kabel atau satelit. Dengan IPTV ini para pelanggan disuguhkan berbagai fitur-fitur yang tidak ada pada televise analaog, di IPTV ini para pelanggan bisa dengan semaunya melihat acara di TV. Dan bisa merekam acara di TV, selain itu kita juga bisa menghentikan siaran TV tersebut dan melanjutkannya kapan pun kita mau. Jadi sangat menguntungkan bagi pelanggan. Penerapan IPTV ini semisal video di Youtube.
Untuk mengakses IPTV memerlukan sebuah PC dan set top box yang terhubung pada tv. Set top box harus dilengkapi Internet Protocol Multimedia System (IMS) untuk mengkombinasikan antara mobile internet dan content broadcast. Penonton dapat menggunakan remote untuk mengontrol sistem yang ada dalam set top box misalnya untuk merekam, browsing, chatting, dsb.
Komponen utama dari IPTV adalah adanya STB (set top box)yang dapat mengonversi IP video ke dalam sinyal satndar sutau televisi. STB adalah gateway yang ke IP video switching system. Pada gambar terlihat bahwa Switched Video Service (SVS) sistem memungkinkan pengguna untuk terhubung ke banyak variasi dari sumber media televisi termasuk broadcast network channels, subscription services, dan movies on demand. Ketika pengguna memutuskan untuk mengakses sumber media ini, perintah (biasanya dengan menggunakan remote control) diirimkan ke SVS dan SVS akan mengatur mana sumber media yang sesuai dengan keinginan pengguna. Diagram di bawah ini menunjukan pengguna hanya membutuhkan saru video channel ke SVS untuk mengakses secara virtual banyak sumber media dan video.

SEJARAH IPTV:
Pada tahun 1994, ABC World News Now adalah acara televisi pertama yang disiarkan melalui Internet, dengan menggunakan perangkat lunak konferensi video CU-SeeMe.
Istilah IPTV pertama kali muncul pada tahun 1995 dengan pendirian ajaran Software oleh Judith Estrin dan Bill Carrico. Ajaran dirancang dan dibangun sebuah produk video internet bernama IP / TV. IP / TV adalah MBONE Windows yang kompatibel dan aplikasi berbasis Unix yang bergerak tunggal dan multi-sumber audio / video lalu lintas, mulai dari kualitas rendah sampai DVD, menggunakan kedua unicast dan multicast IP Real-time Transport Protocol (RTP) dan kontrol real time protokol (RTCP). Perangkat lunak ini ditulis terutama oleh Steve Casner, Karl Auerbach, dan Cha Chee Kuan. Ajaran diakuisisi oleh Cisco Systems pada tahun 1998. Cisco mempertahankan IP / TV merek dagang.
Radio internet perusahaan AudioNet memulai webcast live pertama terus menerus dengan konten dari WFAA-TV pada bulan Januari 1998 dan KCTU-LP pada tanggal 10 Januari 1998.
Kingston Communications, operator telekomunikasi regional di Inggris, meluncurkan KIT (Kingston Interaktif televisi), sebuah IPTV lebih dari DSL broadband layanan TV interaktif pada bulan
September 1999 setelah melakukan uji coba berbagai TV dan VoD. Operator menambahkan layanan VoD tambahan pada bulan Oktober 2001 dengan Ya TV, penyedia konten VoD. Kingston adalah salah satu perusahaan pertama di dunia untuk memperkenalkan IPTV dan VoD IP lebih dari ADSL.

Pada tahun 2002, Sasktel adalah orang pertama yang komersial menyebarkan Internet Protocol (IP) video melalui jalur pelanggan digital (DSL) menggunakan Stinger Lucent (R) DSL platform. Pada tahun 2006, adalah perusahaan Amerika Utara pertama yang menawarkan saluran HDTV atas layanan IPTV.
Pada tahun 2003, Jumlah Akses Jaringan Inc meluncurkan layanan IPTV, terdiri dari 100 stasiun IPTV bebas di seluruh dunia. Layanan ini telah digunakan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, dan memiliki saluran dalam 26 bahasa.
Pada tahun 2005, Bredbandsbolaget meluncurkan layanan IPTV sebagai operator selular pertama di Swedia. Pada Januari 2009, mereka bukan lagi pemasok terbesar; TeliaSonera yang meluncurkan layanan mereka kemudian memiliki pelanggan sekarang lebih.
Pada tahun 2006, AT & T U-Ayat meluncurkan layanan IPTV-nya di Amerika Serikat, yang terdiri dari kepala akhir nasional dan regional video-melayani kantor. AT & T menawarkan lebih dari 300 channel di 11 kota dengan lebih yang akan ditambahkan pada tahun 2007 dan seterusnya. Pada bulan Maret 2009, AT & T mengumumkan bahwa U-ayat telah diperluas ke 100 atau lebih channel High Definition di setiap pasar TV U-Ayat. [10] Saat menggunakan protokol IP, AT & T telah membangun jaringan IP privat khusus untuk transportasi video.

Fitur pada IPTV :
IPTV menawarkan vitur-vitur yaitu:
- Live TV : IPTV melayani Pengiriman channel-chanel atau siaran-siaran secara live melalui teknologi protocol Internet yaitu IGM version 2

- VOD(Video on Demand) : IPTV melayani pengiriman siaran-siaran yang tidak secara live disiarkan yaitu dimana suatu siaran atau acara tv pada channel-chanel yang telah disimpan oleh server dapat disaksikan oleh para konsumen melalui teknologi RTSP (Real Time Streaming Protocol) TSTV (Time Shifted TV)

- NPVR(Network Personal Video Recording): Salah satu Feature pada IPTV dimana siaran langsung(real time broadcast) dapat disimpan pada jaringan server yang kemudian dapat diakses oleh user sesuai dengan waktu yang mereka tentukan tanpa adanya biaya tambahan seperti memiliki PVR pribadi yang terpasang di jaringan.

Cara kerja IPTV
1. video melakukan capture ke penyiar dengan menggunakan webcam dan microphone untuk audio.
2. setelah itu hasil capture akan dikompresi dengan menggunakan jenis kompresi tertentu.
3. kemudian hasil kompresi video tersebut akan di broadcast melalui streaming server dengan menggunakan protocol RTP.
4. user dapat mengakses live streaming dengan melakukan request kepada web server.

Arsitektur IPTV :
Setiap kumpulan fungsi dapat dibagi ke dalam komponen-komponen fungsi seperti yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Komponen-komponen mempunyai kohesi fungsional yang kuat pada suatu kumpulan fungsi tunggal sehingga komponen-komponen tersebut dapat menyelesaikan tugas-tugas spesifik secara kolaboratif. Sebagai contoh, dalam kumpulan fungsi Media Distribution & Delivery, komponen-komponen kendali, distribusi, penyimpanan, dan Streaming dapat bekerjasama satu dengan yang lainnya untuk mengangkut data media dari sumber konten ke pelanggan.

Content Operation Function Set
     Kumpulan fungsi operasi konten (Content Operation Function Set) menyediakan program-program TV dan konten multimedia lainnya. Kumpulan fungsi ini terdiri dari empat komponen fungsional, yaitu: komponen Content Ingestion, komponen Digital Rights Management (DRM), komponen Encoding/Trans-coding dan komponen Media Assets Management

System Management and Security Function Set
Kumpulan fungsi manajemen jaringan (Network Management Function Set) bertanggungjawab untuk pengawasan dan perlindungan sistem, menyediakan pengawasan kualitas layanan, pemeriksaan kegagalan, dan perlindungan layanan. Kelompok fungsi ini terdiri dari komponen System Management, komponen Terminal Management dan Security Management .

Service Operation and Management Function Set
Kumpulan fungsi manajemen dan operasi layanan (Service Operation & Management Function Set) bertugas dalam pengendalian dan pengaturan khusus layanan IPTV. Kelompok ini terdiri dari 5 komponen fungsional, yaitu: Products Creation, Content Engine, Subscriber Management, Billing and Accounting, Customer Service, dan Authentication.

Media Distribution and Delivery Function Set
Stream konten layanan IPTV dikirim ke subscriber disertai dengan fungsi-fungsi pengendalian, distribusi, penyimpanan dan Streaming. Sistem pengiriman dan distribusi media seharusnya diterapkan berdasarkan pada topologi yang handal untuk mengimbangi permintaan efisiensi dan ketersediaan yang tinggi dengan harga yang tetap rendah .

Customer Function Set
Kumpulan fungsi pelanggan (Customer Function Set) adalah sekumpulan fungsi eksekusi layanan sistem IPTV pada sisi pelanggan. Customer Function Set terdiri dari empat komponen fungsional, yaitu: DRM, Media Processor, Displaying dan Interaction Control.

Perkembangan IPTV di Indonesia
Komersialisasi layanan televisi berbasis protokol internet (IPTV) di Indonesia diperkirakan baru bisa berjalan mulai 2010 mendatang. Saat ini, persiapan yang dilakukan untuk go live baru sebatas uji coba (trial). Sekarang memang sudah diuji coba di daerah ibukota. Tapi rencananay akan diujicoba juga di 4 kota besar lain, misal Surabaya, Bandung, Yogyakarta dan Medan.

Sebelumnya, Telkom pernah mengungkap akan mulai menggelar IPTV di lima kota. Selain Jakarta, kota lainnya adalah Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Dalam menggelar layanan ini Telkom menggandeng PCCW sebagai penyedia perangkat. Sebagai penyedia konten nantinya anak usaha Telkom sendiri, Telkomvision. Pernyataan ini diamabil dari sumber.

Televisi masa depan ini akan menjadi layanan yang sangat dinanti-nanti oleh para pengguna dikarenakan manfaat yang sangat besar dan sifatnya yang sangat personal dan interaktif.  Sebagai interaktif tv berbasis internet, IPTV memiliki keunggulan dari segi tampilan yakni ketajaman gambar yang sangat tinggi dan memberikan peluang komunikasi dua arah dan multiple stream. Dengan kehadiran IPTV, konsep komunikasi telah bergeser menjadi ‘broadcast yourself’ dimana semua pengguna bebas menentukan apa yang ingin ditonton sesuai kebutuhannya. Kehadiran tv masa depan ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk regulasi yang menjamin keamanan distribusi dan konsumsi layanan tersebut. Bagaimana pengaturan tv interaktif ini, akan menjadi pekerjaan rumah regulator.

Perbedaan IPTV dengan TV Tradisional :
1. Platform
IPTV dan TV Analog mempunyai perbedaan yang cukup mendasar yaitu IPTV didasarkan pada jaringan telekomunikasi digital sedangkan pada TV Analog digunakan jaringan analog. IPTV menggunakan protokol internet untuk melakukan pengalamatan sedangkan pada televisi analog menggunakan frekuensi pancaran dari stasiun pemancar.
Kelebihan yang ditawarkan jika menggunakan platform digital ini adalah nilai noise yang dihasilkan akan jauh lebih sedikit dibandingankan dengan jaringan TV Analog. Sedangakn TV analog rawan terjadinya redaman ketika cuaca-cuaca tertentu dan juga akan sulit untuk melakukan komunikasi atau penyiaran jika terdapat NLOS(non Line of sight) antara pemncara dan penerima sehingga diperlukan stasiun relay yang biasanya terletak di pegunungan.
2. Cakupan Geografis
Jairngan yang dikontrol dan diatur pada IPTV mempunyai jangkauan yang terbatas tergantung pada ketersediaan operator telekomunikasi.Pada jaringan TV analog, system jaringan dimiliki oleh penyedia layanan tersebut, namun secara geografis cakupan TV analog bisa jauh lebih luas terutama karena adanya stasiun relay yang meneruskan siaran dan juga adanya satelit yang membantu dalam melakukan siaran televisi
3. Kepemilikan Infrastruktur Jaringan
TV analog mempunyai jaringan yang dikuasai oleh sendiri, tetapi ada juga jaringan yang dimiliki oleh bersama. Kontrol terhadap jaringan yang ada dalam ruang lingkupnya cenderung lebih lemah kaena cakupan geografisnya cuup besar Begitu juga terhadap kontrol penyiarannya, seringkali dapat melewati batas antar negara sehingga kadang menggangu jaringan di negara lain, sebagai contoh kasus penyaiaran piala dunia 2006 di mana di Indonesia hak siarnya berada pada TV yang tidak berbayar sedangkan di Malaysia hak siar berada pada televisi berbayar. Oleh karena siaran televisi Indonesia mampu masuk ke Malaysia maka terjadi protes dari TV berbayar tersebut. Sedangkan ada IPTV digunakan jaringan yang dimiliki oleh sendiri (privat) sehingga perbaikan dan juga pengawasan terhadap jaringan biasanya lebih cermat dan baik yang akan mendukung kulitas layanan IPTV.
4. Mekanisme Akses
Mekanisme akses pada IPTV adalah dengan menggunakan sebuah digital set-top box yang digunakan untuk mengakse dan mengodekan kembali konten video yang dikirmkan. Sedangkan pada TV analog menggunakan peralatan penguat dan filter untuk memisahkan gelombang pembawa sebagai kompnen utamanya.
5. Biaya
Layanan Televisis analog dapat dinikmati secara gratis dan sebagai kompensasi maka akan ditayangkan sejumlah iklan pada sela-sela acara sehingga cukup mengganggu ketika menonton suatu acara tertentu. sedangkan pada IPTV ada biaya tertentu yang harus dibayarkan bisasnya dalam periode per bulan.

6. Metedologi Layanan

Layanan TV Analog biasanya hanya dari saatu penyedia layanan saja misalnya stasiun RCTI hanya menyediakan ayana dari RCTI, begitu juga dengan SCTV, TPI, dan Indosiar. ,Sedangkan IPTV menggunakan beberapa program yang ditayangkan oleh stasiun televise tradisonal dan juga film, dimana media yang mendukung layan ini cukup banyak.

REFERENSI:
http://en.wikipedia.org/wiki/IPTV
Edwin P. 2005. IPTV : Layanan Televisi Masa Depan.

 









No comments:

Post a Comment